Thursday, 27 June 2013

Chrysanthemum di JCFD 23 Juni 2013


Pada Jakarta Car Free Day tanggal 23 Juni 2013 yang lalu ada sesuatu yang berbeda di kawasan air mancur Bundaran HI, yaitu suguhan bunga-bunga Chrysanthemum yang beraneka warna dan indah sekali. Bunga Chrysantemum memang sudah lama terkenal keindahannya, sehingga sering dijadikan hiasan-hiasan untuk berbagai macam acara. Di Indonesia Chrysanthemum lebih dikenal dengan nama bunga Krisan, atau bunga Seruni. Bunga ini termasuk ke dalam keluarga kenikir-kenikiran (Asteraceae), dan mempunyai banyak sekali jenis.

Chrysanthemum merupakan bunga nasional Jepang, dan dikenal dengan nama キク (kiku). Bunga ini selain dijadikan sebagai bunga hias, juga sering dicampurkan kedalam teh agar aromanya wangi, dan bisa dibuat sebagai minuman untuk menghilangkan panas dalam.

Berikut sebagian bunga Chrysantemum yang saya foto di Jakarta Car Free Day 23 Juni 2013.


Foto yang ini saya jadikan design twitter saya, ternyata bagus sekali.. :)







Note : dimohon tidak kopi paste foto-foto ini.

Sumber : id.wikipedia.org

Sunday, 23 June 2013

My Story at Jakarta Car Free Day (23 Juni 2013) ^_^

Air putih 1,2 L yang habis padahal baru setengah perjalanan
Pagi ini adalah pagi yang paling menyenangkan untuk saya. Uhuyy... suami saya mau diajak jalan-jalan di Jakarta Car Free Day. Jakarta Car Free Day (JCFD) atau Hari Bebas Berkendara adalah satu hari yaitu hari Minggu dimana jalan protokol di Jakarta yaitu Jalan Sudirman Thamrin bebas dari kendaraan (tidak ada kendaraan yang boleh melintas di jalan tersebut kecuali transjakarta) dari jam 06.00 sampai 11.00 WIB. Tentunya hari itu dimanfaatkan oleh warga Jakarta untuk melakukan olahraga seperti jalan-jalan, joging, bersepeda, ataupun bersepatu roda.

Biasanya suami saya tidak pernah mau diajak jalan-jalan, tapi tadi pagi dia mauuu... ^_^. Kebetulan JCFD hari ini adalah sehari setelah perayaan Ulang Tahun Jakarta ke 486, jadi masih ada aura ulang tahun. Kami mulai berjalan dari Jalan Sudirman di Bendungan Hilir sampai ke Bundaran Hotel Indonesia saja. Ya.. kalau awal-awal jangan jauh-jauh dulu ya. Nah... ternyata hari ini sedang diselenggarakan event Jakarta International 10K 2013, yaitu lomba lari marathon sepanjang 10 kilometer. Rameeee banget.


Selain event itu, masih banyak lagi keunikan-keunikan yang kami temukan sembari berjalan-jalan. Ada yang bisa saya abadikan, ada yang tidak sempat.


Kalau foto di atas adalah salah satu aktivitas yang biasa dilakukan pas JCFD, yaitu bersepeda, ada yang santai, ada juga yang ngebut, suka-suka lah. Selain warga Jakarta, JCFD ternyata menarik perhatian warga luar Jakarta, bahkan luar angkasa. Eh.. maksud loe?? Enggak percaya? Ini buktinya...


Tuh kan.. alien saja ikut joging di JCFD. Saya sengaja memotret dari belakang, soalnya takut kalau dari depan nanti disembur cairan hijau yang lengket, atau malah matanya bisa mengeluarkan sinar laser, hiiii..... Warga Jakarta lainnya sepertinya tidak terganggu ya dengan kehadiran alien ini. Ya lah.. soalnya kita sudah dijaga ketat oleh pasukan pengamanan JCFD yang selalu mobile kemana-mana.

Oh iya.. kan JCFD kali ini masih dalam suasana ulang tahun kota Jakarta ya, kami para penikmat JCFD mendapat kejutan menarik di Bundaran Hotel Indonesia. Apa kejutan itu? Apakah ada sepasukan alien sedang goyang itik? Atau pasukan pengaman alam semesta sedang uji coba senjata laser model baru? Anda belum benar kalau menjawab itu. Jawabannya adalah..... kami mendapat seonggok besar bunga krisan aneka warna..... waaaaaaaaaaaa... cantiknya.

Oh.. maaf.. saya ingin sedikit narsis, tapi setidaknya saya bisa menerangkan ada aneka warna bunga krisan yang ada di Bundaran HI. Sepertinya membentuk sebuah huruf, tapi saya tidak melihat jika dari jarak dekat. Ahh... bunganya trus nanti diapain ya.. mending tadi bawa kantong ya buat minta tanahnya untuk nanam bawang, lengkuas, cabe, tomat, dan jahe di rumah, persiapan bulan puasa.
Sayangnya, ada beberapa hal yang merusak mood saya ketika menikmati JCFD. Contohnya...

Foto yang sebelah kanan itu bukan mobil yang sedang ditilang oleh Bapak Polisi, tapi Bapak Polisi dan orang-orang yang berkerumun itu sedang berusaha membangunkan orang yang ada di dalam mobil. Orangnya kebluk sekali, masa mobil sudah digoyang-goyang, dia enggak bangun-bangun juga. Kaca mobilnya juga sudah berembun dan rapat lagi, nah kalau misalnya enggak ada yang tahu kondisi itu kan bisa lewat tuh orang.. hiii naudzubillah. Dan foto yang di sebelah kiri itu bukan penampakan hantu di siang bolong, tapi dia lebih dari hantu menurut saya. Dia merusak arti Car Free Day, jahat kan, jahat bangeeetttt menurut saya. Dia adalah bapak-bapak yang dengan santainya memacu sepeda motor pribadinya diantara orang-orang yang sedang menikmati JCFD yang hanya seminggu sekali itu. Hayooo... petugas yang berwenang kenapa ini... kenapa bisa terjadi hal seperti ini??? Hikss...


Foto di atas adalah sampah yang masih bisa ditemukan di JCFD. Yang botol air mineral saya temukan di daerah sekitar halte Dukuh Atas 1, saya ambil lalu saya buang di kantong plastik yang di sampingnya ada sapunya. Foto di sebelahnya adalah sampah yang saya hasilkan sendiri, mulai dari Tosari. Karena tidak ada tempat sampah di area tengah (pokoknya sepanjang jalan yang saya lalui dari Tosari sampai Bundaran HI lajur tengah tidak disediakan tong sampah sama sekali). Ya akhirnya saya tenteng-tenteng sampai rumah. Lain kali kalau mau jalan-jalan di JCFD saya akan bawa kantong plastik sendiri untuk tempat sampah.

Namun, saya tetap bahagia karena saya dan warga Jakarta lainnya telah disediakan ruang untuk berolahraga dan menghirup udara pagi yang polusinya berkurang sedikit, dari jam 6 - 11 pagi (walau jam 10 an, para petugas sudah pada cabut ya dan motor sudah berani masuk jalur JCFD). Semoga JCFD terus langgeng ya, atau malah dibuatkan trotoar khusus joging, dan tempat sampahnya menjadi banyak sekali jadi enggak susah buang sampah.


Akhirnya kami bisa mengabadikan momen bersama juga dengan latar Tugu Selamat Datang. Semoga kami bisa menikmati JCFD di hari Minggu selanjutnya dan selanjutnya, dan bisa menangkap momen-momen indah, menarik, unik, dan seru lainnya. Dadahhh...dadahhh.... 

Jakarta tidak selamanya suram... Jakarta bisa jadi indah... tinggal dari sudut mana kita melihat dan menikmatinya. Tapi... jika ingin mencari pekerjaan di Jakarta, teman-teman harus mempunyai keahlian kerja dan tidak mudah percaya dengan orang lain. Mari teman-teman, berwisata ke Jakarta... ^_^

Bagi Saya, Musik Yang Asyik Itu ...


Tanggal 22 Juni 2013, murid-murid kelas XII mengadakan acara wisuda dan pelepasan, setelah mereka berjuang di UN. Akhirnya mereka semua lulus juga, Alhamdulillah. Pemberian sertifikat kelulusan diiringi dengan lagu Hymne Guru. Tanpa saya sadari, tiba-tiba ada yang hangat di pelupuk mata saya, air mata saya pun akhirnya menetes. Saya melihat beberapa murid dan teman-teman sesama pengajar juga demikian. Ahh... kenapa situasinya mendadak berubah seperti ini. Setelah selesai pemberian sertifikat dilanjutkan dengan kesan pesan wisudawan lalu acara ringan persembahan lagu. Suasana pun berubah menjadi bahagia dan akrab.
Wisuda dan Pelapasan Murid kelas XII MA RPI Jakarta
Mengapa suasana saat itu berubah-ubah ya..? Apakah karena musik yang kami bawakan? Ahh.. iya, musik itu, saat Hymne Guru, musiknya pelan dengan alunan biola yang menyayat serta lirik yang sedemikian dahsyat itu. Sedangkan ketika acara persembahan, musiknya mempunyai beat dengan tempo cepat dan memang musik-musik yang kami kenal. Ternyata musik pun bisa mempengaruhi suasana hati, dan saya yakin suasana hati juga bisa mempengaruhi selera musik kita saat itu.

Dulu, ketika saya sedang mengerjakan skripsi selalu diiringi dengan musik, entah itu yang berlirik atau hanya instrumental saja. Musik yang saya pilih saat itu adalah musik yang mempunyai beat dengan tempo yang cepat. Mengapa? agar mata saya tetap terbuka, dan ide-ide menulis bisa mengalir deras. Memang jika saya sedang berfikir, saya membutuhkan musik jenis itu, bukan jenis musik yang mempunyai tempo lambat. Musik dengan tempo lambat akan muncul di player saya jika saya sedang dalam situasi yang melankolis, kangen dengan keluarga dan pacar waktu itu, ingat mantan pacar, sedang dalam perjalanan, atau ketika saya tidak bisa tidur.

Berarti selera musik saya berubah-ubah dong? Tidak, selera musik saya tidak berubah, saya menyukai hampir semua jenis musik, mulai dari musik pop untuk anak-anak, pop berbagai jenis, dangdut, RnB, rege, keroncong, tarling, musik instrumental, rock, dan masih banyak lagi. Namun, ada kriteria jenis musik yang saya sukai dan akan ada di playlist saya, yaitu lagu dan musik yang terdengar enak dan asyik di telinga saya. Lantas musik yang asyik menurut saya itu seperti apa sih? hehe... sok penting ya saya. Musik yang asyik menurut saya adalah musik yang sesuai dengan suasana di hati dan sekitar saya, didendangkan dengan nada yang pas, musik yang bisa membuat jiwa saya tenang serta urat syaraf saya mengendur.

Gamelan pengiring pertunjukkan wayang kulit

Musik yang diperoleh secara legal pun bisa menjadi salah satu syarat musik yang asyik bagi saya. Karena apa? karena saya akan tenang ketika menikmatinya. Saya tidak khawatir akan masuknya virus-virus berbahaya bagi musik player atau komputer saya, dan saya pun yakin akan kualitas suara yang dihasilkan. Saya juga merasa ikut menghargai hak cipta dan kerja keras para musisi.

Legal bukan berarti mahal. Jika kita melihat perjalanan sebuah musik dan lagu dari pertama dibuat sampai bisa kita nikmati, kita akan tahu bahwa harga di bawah Rp 100.000 adalah harga yang murah. Bahkan sekarang sudah ada musik-musik legal yang bisa kita download secara gratis, walaupun hanya untuk jenis gadget tertentu. Atau jika tidak mempunyai jenis gadget tersebut, ada juga layanan download sebanyak 800.000 jenis lagu hanya dengan membayar Rp 11.000 saja. Benar kan? Legal bukan berarti mahal. Jadi jenis musik yang sesuai dengan suasana dan diperoleh secara legal merupakan musik yang sangat asyik untuk dinikmati.


Ayo... biasakan mencari musik yang legal dan sesuai dengan selera kita. Dengan mendapatkan musik secara legal sama dengan kita ikut melestarikan musik tersebut, karena para musisi akan terpacu untuk terus berkarya lebih baik lagi di bidang musik.


STOP PIRACY
IT'S NOT JUST A COPY

IT'S CRIME



Saturday, 22 June 2013

Pahit Manisnya SocMed Bagi Industri Musik

Panas-panas goreng pisang
Kopi agak manis di gelas kaca
Di gelar tikar di terang neon
Di ubun-ubunnya Jogjakarta
           
           Gadis manis senyum-senyum
           Tawarkan nasi bungkus daun pisang
           Sama-sama makan malam-malam
          Di ubun-ubunnya Jogjakarta


Sayup-sayup terdengar alunan gitar dan suara yang merdu menyanyikan lagu Malioboronya Doel Sumbang. Saya pun langsung terbangun, minum air putih, lalu ikut bernyanyi dan mengangguk-anggukan kepala, tak sadar kalau saya sedang berada di dalam kereta ekonomi menuju Yogyakarta. Kejadian seperti itu sering saya alami, ketika ada pengamen memainkan musik dan lagu yang enak didengar di telinga saya. Betapa letih dan peluh ini seakan lenyap sekejap ketika musik atau lagu yang saya suka didendangkan, walau terkadang saya tidak hafal liriknya atau tidak paham bahasanya.

Pengamen dalam kopaja
(sumber gambar: http://merahputihbangsaku.blogspot.co.id/)
Ya... musik adalah bahasa universal dimana seluruh manusia di bumi ini akan memahaminya ketika dia didendangkan. Manusia sudah mengenal musik sejak zaman prasejarah. Pada zaman itu, musik digunakan sebagai pengiring upacara-upacara atau ritual-ritual tertentu. Kemudian musik menjadi semakin berkembang tidak hanya untuk mengiringi ritual, tetapi juga untuk menyatakan perasaan seseorang atau keadaan suatu daerah. Orang-orang mulai mengabadikan musik yang mereka cipta dengan menuliskannya menggunakan not-not.

Contoh not
(sumber gambar: http://ceriwis.net/)
Seiring dengan ditemukannya teknologi-teknologi yang lebih modern, teknologi dalam dunia permusikan juga ikut berkembang. Manusia tidak lagi hanya menuliskannya dalam bentuk not-not, melainkan juga menyimpannya dalam sebuah alat. Dimulai dari piringan hitam, kemudian muncul kaset, lalu CD, sampai sekarang musik-musik itu sudah bisa disimpan dalam flashdisk ataupun hardisk. Berkembangnya tempat penyimpanan musik, juga ikut mempengaruhi perkembangan cara memperolehnya. Ketika zaman piringan hitam, dan kaset, orang-orang masih rela untuk membeli yang asli. Mereka akan gengsi jika ketahuan membeli piringan hitam atau kaset bajakan. Namun, tradisi itu mulai melemah ketika muncul CD, DVD, dan yang paling baru adalah flasdisk, dimana orang-orang bisa dengan mudah mendapatkan musik. Bisa dengan membeli atau bahkan download di website-website tertentu.

Bicara tentang website berarti bicara juga seputar dunia social media (socmed). Banyaknya provider yang menawarkan paket internet murah menjadikan dunia socmed ini juga semakin berkembang. Para pemain di industri musik pun memanfaatkannya dengan baik. Banyak artis yang terkenal berkat bantuan socmed contohnya Justin Bieber, dan Psy "Gangnam Style". Bahkan beberapa sengaja mempromosikan single atau album terbaru mereka lewat social media. Para musisi juga tidak ketinggalan menginfokan kegiatan on air atau off air mereka lewat socmed. 

Demam Psy - Gangnam Style (mencapai 1 milyar viewer)
Selain musisi, para blogger juga banyak yang memasang widget musik dengan lagu-lagu kesukaan mereka di blognya. Itu bisa jadi promosi gratis untuk orang-orang yang terkait dengan industri musik kan? Karena sekarang bukan hanya orang tua, bahkan anak-anak pun sudah sangat dekat dengan socmed ini, sehingga bisa dipastikan bahwa socmed adalah sarana yang baik untuk memasarkan musik mereka.

Menulis postingan blog juga harus ditemani musik favorit
Di sisi lain, socmed juga bisa sangat merugikan para pemain industri musik. Kenapa? Karena masih banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab dengan seenaknya mengupload musik tanpa seizin label musik. Sehingga bukan hanya label musik yang dirugikan melainkan juga penyanyi dan pencipta lagunya, karena dengan begitu mereka tidak akan mendapatkan royalti untuk musik mereka. Bahkan, pernah ada peristiwa pengakuan hak cipta, pun lewat socmed. Dimana ada orang yang mengaku-aku lagu tertentu sebagai lagu ciptaannya, ternyata bukan, karena sebelum lagu itu dipatenkan, lagu itu terlebih dulu diupload ke socmed.

Jadi... peran socmed itu bisa baik dan bisa buruk, bisa manis juga pahit untuk dunia musik. Sekarang tinggal bagaimana kita, sebagai pengguna socmed dan tentunya penikmat musik menyikapinya. Kita sendiri tidak akan mau karya kita dijiplak atau diambil orang lain seenaknya saja, tentunya kita juga jangan sampai berbuat yang sama, apalagi dengan musik. Dengan menghargai musik orang lain, kita pasti akan bisa menikmati musik itu dengan asyik dan nyaman kan? Lalu, bagaimana cara kita menghargai musik dan musisi? Ya dengan mendapatkan musik mereka secara legal dong ya pastinya. Toh... kita tidak akan kecewa kok membeli barang-barang yang legal, karena pasti mutunya sudah terjamin. Ibarat kata kita tidak akan membeli kucing dalam karung. Dan... jangan khawatir mahal seperti kita dulu membeli kaset, karena seperti yang saya katakan tadi, banyak provider yang menyediakan paket internet murah, sekaligus juga paket download musik yang murah tetapi berkualitas.

Yang terakhir..., sesuai dengan pengantar saya di awal postingan ini, saya salut dengan beberapa musisi yang memperbolehkan karya-karyanya didendangkan oleh para pengamen di seluruh dunia. Sehingga para pengamen itu juga tenang dan bisa asyik ketika mendendangkan lagu-lagu itu. Pengamen juga bisa disebut sebagai socmed sehingga karya para musisi itu dapat dikenang sampai sekarang. ^_^

(Ada lagu yang indah di Malioboro)
 Lagu cinta tentang engkau dan aku
(Ada sajak yang indah di Malioboro) 

Sajak cinta tentang engkau dan aku
           Semua aku ingat 
           Dan tak akan kulupa 
           Kenangan paling indah 
           Dan paling... paling asyik


STOP PIRACY !!

IT'S NOT ONLY A COPY

IT'S CRIME

Wednesday, 19 June 2013

Beranilah Mewujudkan Mimpimu


Dare to live the life you have dreamed for yourself. Go forward and make your dreams come true.
__Ralph Waldo Emerson__

Mimpi, ya kita semua boleh bermimpi, apapun itu. Dulu ketika kecil saya bermimpi menjadi seorang guru, sampai-sampai saya suka sekali ketika bermain peran sekolah-sekolahan dengan adik-adik. Kami bergantian menjadi guru dan murid. Saya membayangkan menjadi seperti ibu guru favorit saya waktu itu yaitu alm. Ibu Puji Rahayu, beliau sangat sabar, dan pintar. Profil beliau pernah saya ceritakan di artikel ini. Bapak saya saat itu juga pernah bilang, "Kamu punya cita-cita apa? Kalau punya cita-cita usaha ya biar tercapai, nanti Bapak dan Mama bantu sekuat tenaga." Saya tambah semangat lagi. Mimpi itu pun terus saya pupuk dengan rajin belajar dan ikut semua kegiatan sekolah. Pikir saya waktu itu, "bukankah seorang guru itu harus pintar ya". Yah.. polosnya pemikiran seorang anak SD kelas 4.

Berkat didikan orang tua dan mimpi saya yang kuat itu, saya tumbuh menjadi anak yang pemberani, berani maju ke depan, entah itu jadi ketua kelas, jadi pemimpin upacara, pengibar bendera, pembaca puisi, serta mengerjakan kuis di papan tulis. Mimpi itu kembali dan semakin menguat saat saya SMA. Saya melihat liputan tentang Butet Manurung, seorang petualang, seorang guru bagi anak rimba. "Berani dan tangguh sekali orang itu, sukarela lagi ngajarnya", pikir saya saat itu. Akhirnya bulat tekad saya untuk mengikuti jejak dua wanita yang menginspirasi saya itu. Sampai akhirnya saya lulus SMA, saya lebih memilih universitas yang mempunyai jurusan keguruan/pendidikan. Alhamdulillah saya diterima di jurusan Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Semarang. Bahagia sekali, sujud syukur pun saya panjatkan kehadirat Illahi Robbi.


Meraih mimpi itu tidak mudah, memang betul. Banyak sekali aral melintang, kadang gerimis, pernah juga hujan badai. Hujan badai itu saya rasakan ketika mengurus skripsi, ceritanya pada artikel ini. Namun, alhamdulillah saya bisa melewatinya juga berkat bantuan keluarga, teman-teman, dan orang-orang yang tidak saya kenal tapi telah Allah kirimkan untuk saya. 

Di akhir masa kuliah saya, saya sadar kalau saya sudah diambang pintu keberhasilan saya meraih mimpi masa kecil saya. Apa yang akan saya lakukan lagi, apa lagi mimpi saya selanjutnya selain menerapkan ilmu dan mengabdi sebaik-baiknya untuk pendidikan? Saya merenung, dan akhirnya saya tuliskan mimpi saya itu pada secarik kertas. Hingga kini kertas itu masih tersimpan di dompet saya. Sudah lecek karena sering saya buka untuk mengingatkan lagi tentang mimpi saya, juga untuk meningkatkan lagi semangat hidup saya.


Alhamdulillah ada mimpi yang sudah terlaksana, ada juga yang belum, dan ada juga yang setiap hari saya laksanakan. Ada yang bisa saya centang, dan ada yang tidak bisa saya centang. Belum saya centang bukan berarti saya tidak atau belum bisa mewujudkannya, tetapi itu memang hal yang saya lakukan sehari-hari, seperti nomor (6) dan (8). Dengan menulis mimpi saya dan selalu mengingatnya, saya bisa tahu apa yang harus saya lakukan untuk mewujudkannya. Masih terngiang kata-kata Bapak, bahwa jika kita mempunyai mimpi kita harus berusaha mewujudkannya. Jangan hanya mengatakan bahwa saya punya mimpi, saya punya keinginan, tetapi berpangku tangan saja. Mungkin, nomor pada kertas itu akan bertambah lagi seiring perjalanan hidup saya.

Jadi, ayo.. jangan pernah takut untuk bermimpi, setinggi apapun mimpi itu bermimpilah. Namun, jangan pernah hanya bermimpi saja, kejarlah dan usahakanlah mimpimu itu agar terwujud.
Selamat mewujudkan mimpimu kawan..!!! ^_^


"Diikutsertakan dalam GiveAway Tuppy, Buku, dan Bipang di www.argalitha.blogspot.com"

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...